ka' Ainul

Video q

Rabu, 23 September 2009




Celebrity Gossip
Nama Peterpan Masuk Museum Nasional
Thu, Dec 4, 2008 18:50 | mike27


Sebentar lagi, grup band Peterpan hanya akan tinggal sebuah nama dan sebuah cerita. Atas kesepakatan dengan Andhika, keyboardis Peterpan yang dipecat oleh empat rekannya yang menggawangi Peterpan sampai saat ini, nama Peterpan akan digunakan hanya untuk satu album lagi.

Setelah itu, nama yang telah mengukir sejuta cerita itu, akan dimuseumkan sebagai salah satu legenda musik tanah air.

Jelang momen peralihan tersebut, berbagai hal dilakukan oleh para personil yang tersisa. Beberapa waktu lalu mereka meluncurkan album kompilasi, sebagai persembahan perpisahan dengan para penggemar Peterpan. Dan kemarin, para personil Peterpan meresmikan sebuah replika yang diletakkan di Museum Nasional Jakarta Pusat.

“Rasanya eehh.. kalo saya pribadi sih ya seneng maksudnya agak gimana ya.. seneng abis itu agak ya gitu lah seneng aja”, tukas sang vokalis, Ariel.

Uniknya, replika yang ditandatangani oleh empat personil yang tersisa, Ariel, Uki, Lukman dan Reza itu menghadirkan sosok Peterpan dalam formasi awal yang terdiri dari enam orang. Padahal sejak pertengahan tahun 2006 silam, Indra dan Andhika sudah hengkang dan kini bergabung dalam grup band The Titan's. Bahkan dua kubu Peterpan ini, Andhika dan Indra di satu pihak, Ariel, Uki, Lukman dan Reza di pihak lain sempat terlibat perang dingin.

Buntut perseteruan itu adalah ultimatum Andhika agar empat personil yang tersisa, tidak menggunakan nama Peterpan lagi. Tapi dalam replika ini, keenam personil Peterpan seolah dipertemukan kembali.

“Kalo gw sih seneng, maksudnya kan hari ini acaranya adalah sejarah ya, sejarah Peterpan musium ini kan juga tempat sejarah, sejarah Peterpan yang lagi seru-serunya, waktu pertama kali bikin sesuatu bikin cerita ber enam, jadi pas di bikin itunya berenam ya kenapa ga gitu”, cerita Ariel tentang nostalgia awal pembentukan Peterpan.

Terlepas dari kisah buram di masa lalu, replika Peterpan ini merupakan jejak sejarah keemasan Peterpan 5 tahun silam. Replika yang kini terpampang di salah satu sudut Museum Nasional juga menjadi penghargaan tak ternilai sepanjang karir Ariel dan kawan-kawan di dunia pentas musik tanah air.

Sabtu, 15 November 2008

: Cybertainment|0|0|2|5377 > ShowbizNews
Penjualan Album Menurun, Peterpan Dapat Platinum
ShowbizNews Thu, 29 Nov 2007 17:21:00 WIB

Walau kini para personelnya terpecah belah, grup band Peterpan masih bergigi. Album terbaru mereka meski penjualannya menurun, tetap menorehkan prestasi. Band dengan hits 'Di Balik Awan' itu pun diganjar penghargaan platinum.

Album Peterpan 'Hari yang Cerah' terjual lebih dari 300 ribu kopi. Musica Studio selaku perusahaan rekaman yang merilis album tersebut memberikan penghargaan double platinum pada Ariel cs.

Dibanding dua album sebelumnya, album ketiga Peterpan ini penjualannya bisa dibilang menurun. Album kedua band asal Bandung itu, Bintang di Surga tercatat sebagai album paling laku sepanjang sejarah musik Indonesia yaitu terjual 3 juta keping.

Apakah penurunan ini karena popularitas Peterpan sudah pudar?

"Mungkin dipengaruhi oleh faktor industri yang maju dengan adanya ipod, jadi orang tidak hanya membeli kaset dan CD saja," jawab Ariel mencoba menganalisa sekaligus membantah popularitas bandnya menurun, saat jumpa pers di Ruang Serba Guna Trans TV, Jl. Kapt. P. Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2007).

Menurut pimpinan Musica Studio’s, Indrawati Widjaya atau biasa disapa Acin, meski menurun, Peterpan tetaplah band dengan penjualan tertinggi di industri musik. Ia juga mengelak 'anak-anaknya' disebut tak tenar lagi karena kenyatannya Ariel, Lukman, Reza dan Uki tetap punya jadwal manggung yang padat.

Dalam jumpa pers tersebut, Ariel juga sempat menjelaskan soal logo band Peterpan yang ganti. Kini di belakang Peterpan ada gambar mirip bulu.

"Ini bukan bulu ayam atau bulu yang lain, tetapi dibuat dengan simpel sesuai musik Peterpan agar eye cacthing dan tidak aneh," tuturnya.(eny/eny)

Sumber: detikhot

Jumat, 14 November 2008

pemanasan global

Pemanasan global

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Temperatur rata-rata global 1850 sampai 2006 relatif terhadap 1961–1990
Anomali temperatur permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada temperatur rata-rata dari 1940 sampai 1980

Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Selasa, 04 November 2008


pasha

ini adalah foto ariel peterpan

pertama dipanggil mbah darmo

ketika baru masuk man 1 Bojonegoro saya berkenalan dengan teman - teman baru, ketika itu saya membuat lelucon yabng seperti mbah darmo yang ada di TV , sehingga saya dipanggil mbah darmo dech.....................